Hidup bisa jadi kusut kalau kita nggak bisa memaafkan kesalahan orang lain atau kesalahan diri sendiri. Hati kita bakal dipenuhi kutukan, penyesalan, dan rasa dendam. Kalau sudah gitu, hidup jadi nggak menarik untuk diterusin. Akhirnya, bunuh diri, deh, kayak anak-anak Jepang.
Kehidupan di Jepang yang makin ketat membuat orang nggak boleh bikin salah atau gagal. Sistem sosial di sana nggak memberi peluang buat orang-orang yang gagal.
Jepang cuma buat orang-orang sukses. Setiap orang menekan dirinya buat mencapai kesuksesan. Akhirnya, orang-orang yang merasa gagal nggak punya kesempatan
untuk memaafkan kegagalannya. Sebagai sanksinya, mereka menghukum diri dengan pamitan sama dunia ini. Mereka bunuh diri, Man! Beberapa waktu lalu, polisi Jepang telah menemukan mayat sembilan remaja yang diyakini bunuh diri bersama. Tujuh mayat ditemukan di sebuah mobil yang diparkir di wilayah pinggiran sebelah barat Tokyo, sedangkan dua lainnya ditemukan di sebuah mobil di selatan ibu kota Jepang itu. Sumber informasi adalah seseorang yang menjadi teman kelompok itu. Ia menerima e-mail yang memberitahukan rencana bunuh diri. Mereka tampaknya meninggal karena keracunan karbon monoksida setelah
menyalakan tungku arang di dalam mobil van.
Jenazah dua orang yang diduga korban bunuh diri, ditemukan di daerah pinggiran Tokyo yang lain pada waktu yang sama. Polisi yakin, mereka melakukan kontak
satu sama lain melalui salah satu dari belasan situs bunuh diri yang muncul di Jepang beberapa tahun ini. Situs-situs tersebut menawarkan saran dan teknik bagi
mereka yang ingin merencanakan bunuh diri, tetapi nggak melakukannya sendiri. Situs-situs itu menjadi media “janjian” untuk bunuh diri bersama (Jadi, yang bersama itu bukan cuma buka puasa, bunuh diri juga ada bunuh diri bersama!). Tahun lalu, angka bunuh diri di Jepang mencapai rekor tertinggi yaitu 34 ribu orang lebih. Fakta tersebut sudah cukup kuat buat kamu renungkan. Itulah salah satu dampak dari sikap nggak bisa memaafkan diri sendiri, ditambah sistem sosial yang nggak bisa menerima kegagalan. Apa pun alasannya, bunuh diri itu bukan solusi terbaik. Kesalahan dan kegagalan adalah sahabat kesuksesan dan hidup itu sendiri. Kita masih punya banyak kesempatan untuk memperbaiki kesalahan dan
membalas kegagalan. Kalau orang-orang di sekitar kita nggak bisa menerima kesalahan, kejadiannya bakal seburuk yang dialami Escobar yang akan saya ceritakan di tulisan berikutnya ....
---irfan amalee

Comments
Post a Comment