Skip to main content

DOR!!! UNTUK SEBUAH KESALAHAN YANG TIDAK DISENGAJA


Hidup ini memang kejam! Mungkin, begitu kata Andreas de Escobar jika dia masih sempat mengungkapkan isi hatinya sebelum mengembuskan napasnya yang terakhir. Andreas Escobar mati muda di usia 24 tahun setelah dua belas peluru menembus tubuhnya sebagai imbalan dari kesalahan yang betul-betul nggak disengaja.



Andreas Escobar mencetak gol bunuh diri ke gawang Columbia dan menyebabkan timnya keok oleh kesebelasan Amerika dengan skor 1-2. Mungkin, kalau kamu pecandu bola, pasti ingat kejadian memilukan pada Piala Dunia 1994 ini. Semua orang memahami perasaan suporter Columbia yang kecewa berat akibat tim pujaannya tersisih dari ajang Piala Dunia 1994.

Kita juga masih bisa memaklumi jika semua telunjuk tertuju pada Escobar, sang Biang Kekalahan. Tapi, mari tanya hati nurani kita, apakah nyawa seorang manusia harus dikorbankan untuk membayar kekecewaan itu? Kayaknya, itu keterlaluan, deh! Akan tetapi, itulah wajah persepakbolaan Columbia yang disokong duit-duit mafia narkoba. Para cukong dan bandar nggak rela tim yang mereka danai kalah, apa pun alasannya. Mereka merasa berhak menghukum orang yang mereka anggap salah. Pada 2 Juli 1994, seorang dari mafia menemui Escobar di sebuah bar di salah satu Kota Medelin. “DOR! DOR! DOR!” Sepak bola cuma sebuah permainan, bisa terjadi ratusan gol indah dan ratusan kesalahan yang nggak terduga. Tetapi, hidup Escobar, hidup seorang manusia, bukan permainan. Sebuah kehidupan yang harganya jauh lebih mahal daripada sekadar permainan sepak bola. Mungkin aja, Escobar bermain sepak bola untuk mencari kehidupan yang lebih layak di sebuah negara miskin kayak Columbia. Mungkin aja, keluarganya hidup dari uang hasil jerih payah Escobar di lapangan.

Kesalahan Escobar sebagai seorang pemain belakang, nggak ada bedanya dengan kesalahan seorang penulis yang salah ketik atau koki yang masakannya terlalu asin
sebuah kesalahan yang wajar dilakukan setiap orang dalam bekerja. Orang yang menembak Escobar pastilah jenis orang yang nggak biasa menerima kesalahan orang lain. Jenis orang ini selalu menghendaki orang lain berlaku seperti yang ia inginkan. Otoriter. Dia sama sekali nggak meng izinkan orang lain melakukan kesalahan sedikit pun. Kalau ada orang lain yang coba-coba bikin salah, dia pasti akan memberikan perhitungan yang jauh lebih dahsyat dari kadar kesalahan yang dia hukum. Tipe orang kayak gini bisa bahaya banget kalau jadi guru. Pasti banyak murid yang kena sanksi dan hukuman.

Jenis orang kayak gitu, di kamusnya cuma ada dua kata: benar atau dihukum. Kalau kamu nemuin orang kayak gitu,suruh aja dia minggat dari kehidupan manusia. Suruh dia hidup sama malaikat yang nggak pernah berbuat salah. Atau, kalau gatel pengin nyalurin hasrat ngehukum orang, suruh dia pergi ke neraka. Di sana, dia pasti puas ngehukum orang.

Sikap kita terhadap orang yang berbuat salah seharusnya seperti sikap Maimun bin Mahram. Dia itu sufi besar yang selalu merasa kasihan terhadap orang yang berbuat salah. Dia pernah berkata, “Demi Allah, aku rela kulitku digunting, asalkan tidak ada seorang pun yang berbuat dosa.” Dia bakal jatuh sakit kalau mengetahui ada sekelompok orang yang berbuat dosa. Sebaliknya, jika ada orang bertobat, dia bakal kembali sembuh. Semua itu karena sikap empati yang dalam banget. Dia tahu pasti, orang yang berbuat salah itu memerlukan kasih sayang. Mereka perlu bantuan untuk memperbaiki kesalahannya, bukannya dihukum.

---irfan amalee

Comments

Popular posts from this blog

Harga Sebuah Kebebasan

Cara Cerdas Propaganda Pemerintah & Media Soal ISIS by@mustafanahra

01. TUIPS, tidak perlu kaget melihat berita ini "Pesawat Diancam Bom, Pelaku Mengaku Atas Nama ISIS".

Cinta dan Sayang Nya

Pada hari ini saya mau mereview penjelasan yang sangat epic dari Ust. Nouman Ali Khan tentang dua nama Allah Swt. yaitu : ArRahmaan dan Ar-Rahiim :  2 kata ini dapat kita temukan di surah Al-Fatihah. surah yang wajib kita baca di dalam sholat.  Ar-rahmaan sering diterjemahkan : Yang Maha Pengasih.  Ar-rahiim : Yang Maha Penyayang.  mari kita lihat lebih dalam, Ar-rahmaan dan Arrahiim berasal dari akar kata yang sama, yaitu rahm yang jika liat maknanya adalah kandungan/rahim yang terletak di dalam perut ibu.  kata ini sudah diserap dalam bahasa Indonesia yaitu Rahim.  Apa makna tersirat dari rahm yang bisa kita ambil: 2 kata yaitu Cinta dan Kasih sayang. bayangkan betapa cinta dan sayangnya seorang Ibu terhadap anaknya di dalam kandungan.  Apa perbedaan keduanya?Mengapa Ar-rahmaan diterjemahkan dengan Maha Pengasih. mari kita lihat, Arrahmaan jika kita lihat atribut katanya, ada tambahan kata "aan" diujungnya. kata  dengan atribut ini minimal...